RSS

Sebagai saudara, Bagaimanakah kita berinteraksi?

25 Mar

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah saia bisa mengeluarkan tulisan lagi, mari kita belajar dan menyimak.

Kita dalam kehidupan berinteraksi dengan seseorang, saudara, ataupun teman banyak melewati beberapa fase, yang pertama Al Ittishol, selanjutnya At Ta’aruf, dalam At Tafahum, serta dengan At Ta’awun.

Al Ittishol disini ialah fase dimana kita mengenal seseorang, sebatas kenal saja, sebatas mengenal muka dan nama saja, pada fase ini kita mempunyai teman yang hanya sering kita sapa setiap hari, itu saja tidak lebih. Dalam mengenal seseorang mungkin saja kita mengenal secara pribadi disebut Al Ittishol Fardiyyah, atau juga kita mengenal dalam sebuah organisasi karena sering bertemu disebut Al Ittishol Jamaiyyah.

Selanjutnya seharusnya dalam sebuah hubungan persaudaraan yang baik kita memasuki fase At Ta’aruf, yaitu mengenali lebih dalam saudara, teman kita tersebut, kita harus mengenali sepenuhnya diri mereka, sifatnya, latar belakangnya, hingga keluarganya. Tapi bukan hanya kita yang kenal, akan tetapi saling mengenal. Kita kenal dia, dia kenal kita.

Dengan mengenal dengan baik ini, sebaiknya kita masuk kepada posisi dimana kita bisa At Tafahum yaitu mengenali dengan baik disertai kita bisa memahami diri saudara kita tersebut, kapan kita bisa guyon, kapan kita bisa serius kepada saudara kita tersebut.

Dan bila kita sudah benar-benar bisa melewati fase yang ada, wajiblah kita bisa ber At Ta’awun yaitu saling tolong menolong dalam kebaikan, keimanan, serta ketaqwaan. Dan jika sudah benar-benar bisa pada fase ini, barulah bisa kita disebut sebagai seorang saudara yang benar-benar saudara.

Dan apa yang kita harus lakukan jika kita berusaha memahami saudara kita, akan tetapi malah bertepuk sebelah tangan dan sering dapat sakit hatinya aja?

Bersabarlah, dalam memahami orang lain tidaklah mudah, siapa yang bisa mengetahui hati orang lain? Dan juga cobalah kita bisa menjadi teladan yang baik, guna mengubah diri saudara tersebut. Dan usahakanlah ikhlas terhadap segala kebaikan kita, walaupun ditimbal balik negatif oleh orang lain. Kita berada dibumi hanya ingin menerima ridho dari Allah saja, jadi kembalikanlah kepada Allah.

Janganlah mencintai terlalu berlebihah, pandangannya gimana?

Benar juga, ketika mencintai saudara kita secara berlebihan, bisa jadi kita membenci pada nantinya, memposisikan cinta haruslah tetap proporsional, mungkin saja apa yang kita cintai menghilang, maka kita akan merasakan cinta itu tidak ada lagi, akan tetapi ketika kita mencintai Allah daripada cinta yang lainnya maka cinta itu tidak akan hilang, tetap ada selamanya. Kita haruslah bijak untuk urusan cinta.

Wallahu’alam bisshowab…

Advertisements
 
35 Comments

Posted by on March 25, 2010 in Islam

 

Tags: , , , ,

35 responses to “Sebagai saudara, Bagaimanakah kita berinteraksi?

  1. wahyu

    March 25, 2010 at 1:33 am

    memperbanyak sodara dalam kebaikan

     
  2. hellgalicious

    March 25, 2010 at 2:55 am

    mangtabs gan artikelnya!
    saya suka!

     
    • taufikbersahaja

      March 25, 2010 at 4:15 am

      Trims bro…
      Datang lagi ya..
      Link mu dah ada tuh…

       
  3. smpnegeri1pontianak

    March 25, 2010 at 4:50 am

    Nice info gan..
    oke deh, link mu juga akan saya tautkan di blog saya… lagi di progress ni
    semoga bisa menjalin silaturahmi sesama blogger ya?
    Salam blogger, terus menulis dan berbagi info

     
    • taufikbersahaja

      March 25, 2010 at 4:53 am

      Thanks atas kedatangnannya gan….
      Keep blogging ya…

       
  4. PRof

    March 25, 2010 at 6:10 am

    Segalanya tak boleh berlebihan, termasuk dalm hal cinta, sesuai porsi nya saja sehingga jika suatu saat tak sesuai harapan kita tak hancur dalam penyesalan….

     
    • taufikbersahaja

      March 25, 2010 at 6:20 am

      Yoi boy..
      harunya kita tetap menempatkan cinta Allah sbg yang pertaman..

       
  5. engkaudanaku

    March 25, 2010 at 6:33 am

    ….. dan semua kembali lagi kepada diri kita sendiri dalam menyikapinya, hingga bahagia dalam persaudaraan senantiasa ada,
    Trim’s sudah berbagi yaa., link sudah kami tautkan dengan baik,

    🙂

     
    • taufikbersahaja

      March 25, 2010 at 9:36 am

      Yoi..
      Kita harus bersikap dengan benar terhadap persaudaraan..

      Thanks ya.. Jangan sungkan2 datang terus kesini..
      hehehe…

       
  6. Bayu Lebond

    March 25, 2010 at 7:50 am

    “beri setengah saja…cintamu.
    tak lebih dan tak kurang…padanya.
    belum pasti antara kau dan dia akan abadi…selamanya” (uthalikumahua)
    tengkyu udah pasang ling gw bung…n link lu udah berkibar dikategori “T”…BTW link gw ganti pake “BUKAN URUSAN GUE” donk…biar mantab gitu looooh

     
    • taufikbersahaja

      March 25, 2010 at 9:37 am

      lagunya mantabh tuh…
      Hehehe…

      Linkmu dalam proses ya… Seeppp….
      BUKAN URUSAN GUE, TAPI URUSAN KITA SEMUA…
      hehehe

       
  7. gambutku

    March 25, 2010 at 8:13 am

    harus bersikap dengan benar ya fren??.:D

     
  8. Nanang Abdullah

    March 25, 2010 at 8:19 am

    Kita sebagai Muslim selayaknya bercita-cita menggapai tahap At-Ta’awun walau pun itu perlu berlatih dan menempa diri untuk bisa peduli dan memahami saudara2 kita. Saya pribadi masih jauh dari kriterie dan apa yang diharapkan dari tulisan ini.

     
  9. muhammad zakariah

    March 25, 2010 at 8:21 am

    setuju.. mengenal, memahami, sopan dan bertutur kata lembut dalam berinteraksi.. semoga kita bisa menjadi orng2 yg baik dalam berinteraksi maupun dalam hal2 lainnya..

    oia, link blog ini jg dah aku pasang.. 😀

     
  10. BENY KADIR

    March 25, 2010 at 8:57 am

    Dalam suka duka,dalam kelebihan atao kekurangan,moga kita tetap bersaudara.
    Terimakasih,Mas Taufik.
    Sukses selalu buatmu.

     
  11. hmcahyo

    March 25, 2010 at 9:55 am

    makasih dah ke blog saya :))

     
    • taufikbersahaja

      March 25, 2010 at 10:23 am

      jangan lupa mampir kesini lagi bang ya..
      hehehe….
      tuker2an link sekalian….

       
  12. julianusginting

    March 25, 2010 at 11:25 am

    ayo..kita memperbanyak saudara bro..salah satu caranya dengan tukeran link…hehehe…

     
  13. bluethunderheart

    March 25, 2010 at 12:42 pm

    maukan bersaudara dengan blue bag…..heheh
    post yg baik
    salam hangat dari blue

     
  14. Rock

    March 25, 2010 at 6:44 pm

    Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Nice post kawand…

     
  15. taufikbersahaja

    March 25, 2010 at 10:56 pm

    Iyo gan…
    Yang lebih-lebih itu ga baik…
    Tapii kalo lebih ilmu baik kok gan…
    Lebih baik uang juga baik…
    Asal dibagi-bagikan aja…

    Thanks kehadirannya kawand…

     
  16. Fikar

    March 25, 2010 at 11:17 pm

    Ta’aruf dulu gan,
    Lam kenal.

     
  17. ilyasafsoh.com

    March 26, 2010 at 1:37 am

    salam blog walking 🙂

     
    • taufikbersahaja

      March 26, 2010 at 1:55 am

      lewat doank pa?
      hehee..
      baca juga yang diatas…
      hehhe

       
  18. darahbiroe

    March 26, 2010 at 4:09 am

    yang jelas harus baik hehe
    makasih review yang berguna banget dan bisa dijadikan pelajaran makasihhh

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih
    😀

     
  19. Gambutku

    March 26, 2010 at 11:03 am

    Met ultah pik. Sory ngucapinx lewat sini. 😀
    salam blogger

     
  20. bocahbancar

    March 28, 2010 at 10:48 am

    Subhanallah.,,,saya tercerahkan membaca tulisan ini….
    Ittishol, Ta’aruf, Tafahum, Ta’awun…

    Insyaallah dijalankan sebagaimana mestinya 🙂
    Allahu Akbar

     
  21. sedjatee

    March 30, 2010 at 3:28 am

    Sahabat Sejati…
    Telah ada 83 komentar pada Kuis Sahabat Sejati, termasuk darimu…
    Terima kasih atas partisipasinya, Sahabat Sejati
    Semata itu semua untuk menjalin persahabatan antara kita
    Semoga berkenan untuk selalu menjadi Sahabat Sejati
    Salam sukses dan terima kasih…

    sedjatee
    http://sedjatee.wordpress.com

     
  22. fansmaniac

    March 31, 2010 at 4:58 am

    Saya pernah dikhiantai oleh sahabat, tetapi saya juga tidak bisa hidup tanpa sahabat.
    Setiap sahabat yang saya kenali pasti juga saya kenal keluarganya, dan bahkan kehidupan pribadinya. Bila kita tidak mengenal lebih dekat sahabat kita maka artinya kita belum bersahabat dan hanya teman biasa.
    Demikian halnya dengan keluarga, terkadang saudara kita sendiri tidak memahami diri kita dan kita hidup masing2 meskipun kita tinggal serumah.. Seharusnya saudara itulah yg paling kita kenal.

    Nice post bro..
    Kunjungan dari sahabatmu
    Fansmaniac

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: