RSS

Resume Kajian Psikologi Positif

Ada ilmu Eksakta dan Ilmu Humaniora, yang berkembang pertama kali itu ilmu humaniora, akan tetapi yang berkembang lebih maju ialah ilmu eksakta. Para ilmuwan Humaniora berusaha untuk “menyaingi” ilmu eksakta itu. Ilmu humaniora (ilmu sosial) memaksakan dirinya untuk “mengeksak”kan keilmuannya. Sehingga muncullah penyamaan statistik, dimana manusia dimasukkan ke variabel angka.

Dikarenakan adanya pandangan positivistik sangat berdekatan metode ilmiah yang selalu berawal dari masalah sehingga dicarikan solusi terhadapnya. Anggap Taufik mengalami sebuah masalah, dia seorang yang cemas, kita mencarikan cara bagaimana taufik ini berkurang kecemasannya. Ini ialah pandangan dari positivistik. Atau juga, setiap klien yang datang ialah seseorang yang bermasalah. Semuanya ialah masalah yang harus dicari solusinya.

Dalam kajian positivistik menitik beratkan pada problem focus yang tujuannya repairing atau reparasi, berbeda dengan kajian positif psikologi lebih melihat sesuatu dari strength focus yang bertujuan empowering atau pemberdayaan. Dan tujuan empowering ini ternyata bisa menghilangkan problem yang ada. Jadi sangat berbeda pengertian positivistik dengan Positive Psychology.

Itulah setidaknya pengantar awal dalam kajian psikologi positif yang dibawakan oleh Pa Salis Yuniardi, Kepala Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, selanjutnya Pa Salis memisalkan, ada sebuah bangunan yang berlubang, ketika kita hanya fokus pada pada repairing saja, maka benar saja kita bisa menutup lubang itu, akan tetapi lubang itu tertambal dengan tidak baik. Akan lebih baik kita membangun bangunan yang lebih besar. Sehingga lubang itu bisa tertutup rapat dan kita mempunya hasil yang lebih baik, dan besar.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
8 Comments

Posted by on March 21, 2010 in Psikologi

 

Tags: , , ,

Harapan dan Kehidupan

Aku pernah merasakan bahwa TUHAN mungkin tak mencintaiku lagi..

Aku menyerah seakan tiada arah untuk perjalanan panjang hidupku…

Tapi semuanya berubah ketika kusadari NIKMAT TUHAN berupa kehidupan masih ada dalam diriku dari nyawaku, nafasku dan jiwaku….

Ingatlah selalu…

Bahwa..

Impian selalu ada dinafasmu…

Harapan selalu ada ditatapan matamu…

dan Selama kehidupan masih ada pada dirimu, dari nyawamu, percayalah, tidak ada yang tidak mungkin, janganlah menangis lagi kawanku…

Taufik Bersahaja

 
3 Comments

Posted by on March 21, 2010 in Etc..

 

Tags: , , , ,