RSS

Tag Archives: Psikologi

Logo, Salah Satu Rahasia Sukses Website

Bismillahirrahminarraahim…

Alhamdulillah, akhirnya saia ada waktu untuk membuat sebuah logo untuk blog saia ini, logo yang simple, hanya terdiri dari dua huruf… T dan B…

Melihat perkembangan internet sejauh ini, bermunculan berbagai macam fasilitas internet yang memudahkan para pengguna untuk mendapatkan berbagai macam hal, dari hanya sekedar mencari informasi, mencari teman, sampai mereguk keuntungan dalam hal bisnis dapat menggunakan fasilitas internet ini. Akan tetapi seperti yang kita ketahui dikarenakan persaingan penyedia informasi di internet, bermunculanlah website-website yang terkenal,dan juga bisa disebut menjadi sebuah trend, atau malah menjadi sebuah lifestyle bagi para penggunanya. Sebut saja jejaring sosial semacam Facebook, Twitter atau juga mesin pencari semacam Google, Yahoo, Bing, penyedia artikel sekelas Wikipedia, penyedia blog semacam Blogger, ataupun WordPress, dan juga penyedia streaming video semacam YouTube yang mana mereka terkenal seantero dunia, ataupun yang mungkin terkenal di Indonesia, semacam Kaskus, Detik. Contoh-contoh diatas hanya contoh kecil saja, kalau ada web yang besar dan terkenal, sangat mungkin juga ada web yang tidak terlalu terkenal tentunya.

Kenapa bisa terjadi demikian? Sebenarnya saia juga tidak tahu pasti. Tetapi menurut banyak orang, bahwa sebuah frame website yang terkenal itu ialah tentu saja dikarenakan isi yang terkandung didalamnya memberikan manfaat kepada penggunanya. Tapi apakah hanya sebatas itu? Bukannya memang setiap website ditujukan karena isinya yang berguna? Banyak hal lainnya yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Saia ingin mengajak anda melihat hal ini dalam perspektif yang berbeda. Menurut pandangan saia, sebuah website berhasil (bukan sebagai faktor utama dan satu-satunya) dikarenakan nama dan logo website tersebut. Coba kita amati logo-logo website yang saia sebutkan sebelumnya diatas.

Read the rest of this entry »

Advertisements
 
33 Comments

Posted by on March 23, 2010 in Psikologi

 

Tags: , , , , , , , , ,

Resume Kajian Psikologi Positif

Ada ilmu Eksakta dan Ilmu Humaniora, yang berkembang pertama kali itu ilmu humaniora, akan tetapi yang berkembang lebih maju ialah ilmu eksakta. Para ilmuwan Humaniora berusaha untuk “menyaingi” ilmu eksakta itu. Ilmu humaniora (ilmu sosial) memaksakan dirinya untuk “mengeksak”kan keilmuannya. Sehingga muncullah penyamaan statistik, dimana manusia dimasukkan ke variabel angka.

Dikarenakan adanya pandangan positivistik sangat berdekatan metode ilmiah yang selalu berawal dari masalah sehingga dicarikan solusi terhadapnya. Anggap Taufik mengalami sebuah masalah, dia seorang yang cemas, kita mencarikan cara bagaimana taufik ini berkurang kecemasannya. Ini ialah pandangan dari positivistik. Atau juga, setiap klien yang datang ialah seseorang yang bermasalah. Semuanya ialah masalah yang harus dicari solusinya.

Dalam kajian positivistik menitik beratkan pada problem focus yang tujuannya repairing atau reparasi, berbeda dengan kajian positif psikologi lebih melihat sesuatu dari strength focus yang bertujuan empowering atau pemberdayaan. Dan tujuan empowering ini ternyata bisa menghilangkan problem yang ada. Jadi sangat berbeda pengertian positivistik dengan Positive Psychology.

Itulah setidaknya pengantar awal dalam kajian psikologi positif yang dibawakan oleh Pa Salis Yuniardi, Kepala Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, selanjutnya Pa Salis memisalkan, ada sebuah bangunan yang berlubang, ketika kita hanya fokus pada pada repairing saja, maka benar saja kita bisa menutup lubang itu, akan tetapi lubang itu tertambal dengan tidak baik. Akan lebih baik kita membangun bangunan yang lebih besar. Sehingga lubang itu bisa tertutup rapat dan kita mempunya hasil yang lebih baik, dan besar.

Read the rest of this entry »

 
8 Comments

Posted by on March 21, 2010 in Psikologi

 

Tags: , , ,